Yuk, cuci mainboard laptop

Kadangkala, cara-cara unik perlu dilakukan untuk mengatasi kerusakan pada barang perlengkapan sehari-hari.

Seperti trik unik mengatasi hardisk yang mulai error atau membuat peralatan sederhana untuk mempermudah pekerjaan termasuk mencuci mainboard yang sudah mulai bermasalah.

Laptop tidak berbeda dengan komputer desktop, didalamnya terdapat mainboard sebagai pusat kontrol. Mainboard ini mungkin sudah mulai lelah seiring semakin bertambahnya usia laptop.

Masalah pada mainboard mungkin disebabkan karena ada komponen yang failure atau hanya karena adanya kerak dari akumulasi debu yang tertumpuk lama.

Kerak debu ini mungkin saja menjadi jalan pintas yang mengakibatkan jalur di mainboard menjadi short.

Akibatnya, laptop sering bermasalah, mulai hang, sering restart tiba-tiba atau mati mendadak saat digunakan.

Paling gampang mengatasinya adalah dengan membawa ke tukang servis. Tapi urusan kantong terkadang sulit di kendalikan.

Paling enak memang kalau hidup pas-pasan.

Pas pengen mobil, pas ada uang. Pas pengen rumah type 35 ehh kok pas dapat uang buat beli type 70. Pas pengen servis laptop ehh kok pas ada yang kasih laptop baru spek dewa.

Tapi yang begituan hanya hayalan, bisa kebetulan mimpi aja rasanya sudah senang banget.

Berhubung kenyataannya tidak seindah hayalan, yaa terpaksa opsi darurat diambil.

Tidak bisa bawa laptop ke tukang servis, kita coba jalan ninja, mencuci mainboard laptop.

Dulu... Mainboard laptop ini pernah dicuci dengan alkohol. Itupun sudah termasuk langkah nekat.

Tapi kali ini lebih nekat lagi, benar-benar dicuci pakai air.

Alasannya, karena laptop ini sudah sering sekali bermasalah. Dan alasan yang kedua adalah karena ada beberapa tutorial yang berhasil memperbaiki mainboardnya dengan di cuci meskipun beberapa contoh kasusu di lakukan pada mainboard CPU dan tingkat keberhasilannya hanya 50%.

Masalah yang paling mengganggu pada laptop ini adalah, sering restart sendiri saat digunakan.

Kemungkinan kerusakan, di sekitaran power suplay nya, ntah IC Powernya atau IC (integrated circuit) yang lainnya.

Tapi yaa sudahlah, kayaknya memang tidak ada opsi untuk menservisnya karena kendala biaya tadi yang sudah disebut diatas tapi masih diulang-ulang ajah.

Maka di cari solusi yang praktis meskipun sedikit nyeleneh, dan bisa di lakukan sendiri dirumah, tanpa keluar banyak biaya. Yaitu mencuci mainboard laptop dengan air.

Pertimbangan utama kenapa melakukan opsi ini adalah karena sekali lagi tidak punya ongkos buat servis dan lagipula sudah nothing to lose dengan laptop ini. Kalau setelah di cuci bisa kembali normal yaa syukur, tapi kalau tidak berhasil yaa sudah.

Oke, yuk kita mulai mencuci mainboard laptop. Siapkan alat dan bahannya berupa air, sabun cuci, sikat gigi, bak/ember besar, kopi, gorengan dan udut.
Mainboard laptop
Yang tidak suka kopi bisa ganti dengan teh atau sirup, yang tidak suka udut bisa ganti dengan permen. Dua komponen ini wajib ada untuk mengendalikan konsentrasi, hehehe.

Untuk airnya, harus diperhatikan kemurniannya, jadi perlu diperhatikan dan dipersiapkan dengan baik.

Karena berhubung tempat saya dekat dengan laut, air sumurnya mengandung kapur. Jadi kalau pakai air sumur, takutnya nanti malah meninggalkan kerak dan menjadi penyebab korosi di kaki-kaki IC dan komponen laptop. Kalau mau pakai air PDAM, rumah saya tidak langganan PDAM.

Jadi, lebih aman dan praktisnya kita pakai air galon saja. Bukannya sombong atau apa, tapi yaa karena alasan itu tadi diatas.

Lagipula air galon isi ulang kan harganya murah dan sudah bebas dari material logam yang biasa ada di air. Yang ada, hanya mineral baik untuk tubuh. Jangan pakai air mineral yang ada manis-manisnya, nanti jatohnya malah mahal beli airnya.

Pakai galon air isi ulang saja yang murah meriah, palingan habis 5 ribu.

Tuangkan air kedalam bak besar yang sekiranya bisa digunakan untuk merendam mainboard.

Tambahkan sabun cuci piring atau pencuci baju. Sebaiknya pakai sabun yang cair karena kalau pakai detergen dikhawatirkan serbuk detergen yang tidak larut akan tersangkut di kaki IC, resistor, kapasitor atau komponen laptop lainnya yang berjarak sangat dekat dan rapat.

Nanti malah jadi sumber masalah baru. Padahal rencananya, tujuan mencuci mainboard adalah untuk membersihkan debu yang menjadi kerak di kaki-kaki konektor komponen laptop.

Kalau sampai detergen pembersih nyangkut di pin konektor komponen laptop, kesannya jadi sama saja, kerak akibat debu hilang setelah dicuci tapi ganti kerak karena bubuk detergen.

Kalau mau tetap pakai detergen karena adanya hanya itu, pastikan detergennya benar-benar larut dalam air sebelum digunakan mencuci mainboard.

Okey, setelah air sabunnya siap, bongkar laptop sampai ke akar-akarnya, ehh, maksudnya sampai terlepas mainboardnya.

Bongkar laptop seperti Asus A42F ini merupakan pekerjaan yang membutuhkan ketelitian dan kesabaran. Karena banyak baut yang harus dilepas dan diingat posisinya.

Selanjutnya setelah mainboardnya terlepas, rendam mainboard beberapa menit untuk melunturkan debu yang mungkin menjadi kerak dan sudah mengeras di kaki pin konektor komponen laptop. 5 menit saja mungkin cukup.
Mainboard laptop
Setelah direndam beberapa menit, sikat perlahan lahan permukaan mainboard. Sikat pakai sikat gigi level soft biar gak merusak jalur mainboard.

Sikat gigi kan biasanya ada tingkatan levelnya mulai soft, medium dan hard seperti level game gitchu.

Jadi, pakai yang soft dan gosok pelan-pelan saja papan sirkuit laptop agar debu yang berkerak rontok tapi kaki pin IC jangan sampai lepas dan jalur papan sirkuit jangan sampai putus.

Kalau kira-kira sudah bersih, bilas mainboard dengan air bersih hingga tidak ada lagi sabun tersisa.

Keringkan mainboard dengan menjemurnya atau menggunakan hairdryer.

Kalau dijemur, sebaiknya jangan langsung dibawah sinar matahari. Dikhawatirkan nanti ada komponen yang malah rusak karena overheating. Seperti kapasitor, kurang tahan panas berlebihan.

Kalau tetap ingin menjemur dibawah panas matahari supaya cepat kering, maka batasi hanya sekira 10 atau maksimal 15 menit saja.

Misalnya setelah dijemur 10 menit masih belum kering, teduhkan mainboard dan tunggu mainboard dingin beberapa saat baru kemudian jemur lagi 10 menit.

Jangan langsung jemur di bawah matahari selama seharian. Takutnya ada komponen yang malah rusak atau ada solderan yang meleleh dan lepas karena panas matahari yang kelewatan.

Kalau tinggal didaerah yang sinar mataharinya medium, yaa mungkin gak masalah menjemur mainboard seharian. Tapi kalau tinggal di daerah pesisir pantai seperti saya, yang kadangkala mataharinya terasa ada dua karena sangking panasnya, maka hindari menjemur mainboard seharian, diatas atap seng pula.

Kalau sudah di jemur dan sudah yakin mainboard benar-benar kering. Biarkan saja dulu mainboard di suhu ruangan semalaman, nanti besok saja di rakit kembali untuk meyakinkan bahwasanya mainboard benar-benar kering.


Dan ternyata setelah di cuci lalu di rakit kembali, laptop saya ini bisa MATI TOTAL gais!!!, horey..!!! senangnya hatiku, hilang adem panasku #malah_nyanyi

Memang laptop ini sudah berumur lama dan termasuk tua jadi wajar kalau mulai lelah dan bermasalah.

Banyak hal yang sudah kita lalui bersama. Laptop ini yang menemani saya mengetahui cara bbm di PC, juga menemani mengenal menjalankan android si PC, yang ketika android mulai booming, saya masih pakai hape ting-tong (hape candybar 100 ribuan dengan nada monophonic). Jadi sayang sekali kalau sampai dia tidak bisa hidup lagi a.k.a matot. Tapi, yaa sudahlah.

Itulah cara mencuci mainboard laptop yang sudah mulai bermasalah dan enggan menservisnya karena keterbatasan biaya, hehehe. 

Sedikit saran saya, kalau laptop anda bermasalah dan tidak yakin bisa memperbaikinya, sebaiknya serahkan pada ahlinya. Kalau memang belum ada biaya untuk servis, sebaiknya simpan saja dulu laptopnya ditempat yang aman sambil nabung buat servis dan mencari informasi tempat servis laptop terpercaya disekitar tempat tinggal.

Jangan seperti laptop saya ini, sudah di obok-obok, kalau mau dibawa ke tukang servis malah membingungkan teknisi menganalisa sumber permasalahannya. Mungkin awalnya hanya sebuah IC power yang fail, tapi karena sudah di utak-atik tanpa standart operasional prosedur yang benar, malah semakin banyak komponen yang rusak dan error. Semoga bermanfaat.

Related Posts

Subscribe Our Newsletter